berBAgi, Inovatif, Kreatif, distriBUtif, reaLIstis, kRitis

Pages

Monday, December 15, 2014

Renungan

Probably, sebagian kita tergesa-gesa dalam menjalankan ibadah. Bisa jadi dikarenakan banyak pekerjaan, ada urusan-urusan lain, atau hal lainnya. Tapi akankah kita menyadari sesuatu yang kita belum mengetahui sebelumnya. Diantaranya seperti dibawah ini, yuk langsung aja checkidot.

Allah menjawab Al-Fatihah Kita
Banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.
Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata'ala ber-Firman:
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."
Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.
Ketika Kita mengucapkan "AlhamdulillahiRabbil 'alamin". Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."
Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim", Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku."
Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin", Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."
Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”, Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.”
Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)
Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.
Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.”  (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca dan mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada." (HR. Muslim).
            Memang seharusnya dalam kita beribadah kita tidak boleh tergesa-gesa dalam menjalankannya. Karena Allah pastilah menilai segala tindakan dan aktivitas kita. Apalagi dalam hal beribadah. Interaksi antara hamba dengan Sang Maha Pencipta. Jikalau kita berinteraksi dengan manusia lainnya saja kita bisa tidak tergesa-gesa, lalu mengapa disaat kita berinteraksi dengan Sang Maha Pencipta kita malah tergesa-gesa ? Akankah kepentingan di dunia jauh lebih penting dibandingkan dengan kepentingan di akhirat ? Sejujurnya harus seimbang antara keduanya. Kita sebagai hamba Allah, harus bisa menyeimbangkan antara interaksi dengan Allah dan dengan manusia lainnya.
Bayangkan seperti ini :


Hopefully, melalui interpretasi ini, bisa menjadi intropeksi diri kita masing-masing. Supaya tidak hanya  sukses di dunia saja, tapi sukses di akhirat juga. Aamiin
Share:

1 comment:

  1. MasyaAllah. Ana pernah mendengar hadist ini dan jadi teringat kembali. Mungkin bisa kunjungi blog ana http://rizkylestarie.blogspot.com/ Syukron

    ReplyDelete

Follow Me on Twitter