berBAgi, Inovatif, Kreatif, distriBUtif, reaLIstis, kRitis

Pages

Sunday, April 19, 2015

Definisi Berpikir Kritis

Teringat sewaktu sang Dosen Filsafat menugaskan untuk membuat sebuah esai mengenai Definisi Berpikir Kritis. Dan alhasil inilah yang didapatkan. Sampai-sampai bisa dibilang sok atau salah buka buku, biasa buka dan baca buku ber Bahasa Indonesia eh tapi ini malah buka dan baca buku ber Bahasa Inggris sewaktu berkunjung ke Perpustakaan Nasional didaerah Salemba dengan teman kala itu. Cekidot Definisi  Berpikir Kritis dari beberapa sumber...
Definisi Berpikir Kritis :
Dr. Richard W. Paul berpendapat bahwa berpikir kritis adalah proses disiplin secara intelektual di mana seseorang secara aktif dan terampil memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesakan, dan/atau mengevaluasi berbagai informasi yang dia kumpulkan atau yang dia ambil dari pengalaman, dari pengamatan (observasi), dari refleksi yang dilakukannya, dari penalaran, atau dari komunikasi yang dilakukan.
Critical Thinking Membangun Pemikiran Logis, Kasdin Sihotana. Febiana Rima K. Benyamin Molan. Andre Ata Ujan. Roolemeus Ristyantoro, PT Pustaka Sinar Harapan, 2012
Menurut Scriven & Paul (1992), berpikir kritis merupakan proses disiplin intelektual secara aktif dan terampil konseptual, menerapkan, menganalisis, menyintesis, dan atau mengevaluasi informasi yang dikumpulkan dari, atau dihasilkan oleh observasi pengalaman, refleksi, penalaran komunikasi sebagai panduan keyakinan dan tindakan.
The Way Of Thinking, Johnson Alvonco,PhD. PT Elex Media Komputindo Kompas Gramedia, Mei 2013
Pada dasarnya terdapat dua cara kita mendapatkan pengetahuan yang benar yaitu mendasarkan diri pada rasio (rasionalisme) dan mendasarkan diri pada pengalaman (empirisme).
Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jujun S. Suriasumantri, Pustaka Sinar Harapan Jaya, 1990
Kesimpulan     :
Berpikir kritis merupakan proses berpikir secara aktif dan terampil dalam memahami, mengaplikasikan / menerapkan , menganalisis, mensintesis,dan atau dari komunikasi yang dilakakukan sebagai panduan keyakinan dan tindakan. Cara mendapatkan pengetahuan yang benar dengan berpikir kritis, selain harus berpikir secara aktif dan terampil, maka kita mendasarkan diri pada rasio (rasionalisme) dan pengalaman (empirisme). Namun, terdapat cara lain, yaitu intuisi (pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu) dan wahyu (pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan kepada manusia lewat perantara nabi-nabi yang diutus-Nya).
Ini hanyalah sebuah definisi dari beberapa sumber dan dari beberapa para ahli dibidangnya. Oleh karena itu, definisi Berpikir Kritis bisa diartikan kembali oleh masing-masing individu tergantung keperluan dan perseptivitas dari masing-masing individu.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me on Twitter