:::: MENU ::::
  • "Learn To Program a Computer, It Teaches You How To Think"-Steve Jobs

  • "Teaching is Leading"-Anonymous

  • "Writing! Then the World Will Know You"-Anonymous

Wednesday, January 31, 2018

Well, setelah melewati banyak projek dan ujian tertulis disemester ini, UASpun akhirnya selesai juga. Mulai dari projek kelompok seperti membuat penyajian data menggunakan Oracle, membuat video disertai dengan editingnya, sampai ke projek individu seperti membuat aplikasi dari Visual Studio menggunakan .ADO.NET dan membuat Class Diagram menggunakan Enterprise Architect. Belum lagi ujian tertulis yang juga menemani gue diakhir semester ini. So, busy bukan? Namun beginilah perjuangan seorang mahasiswa.

Berbicara mengenai mahasiswa, biasanya tidak jauh dari kesibukkan yang menemani. Kesibukkan menuntut ilmu, berorganisasi, mencari pengalaman dan relasi sebanyak-banyaknya baik diluar maupun didalam kampus, mencari pekerjaan sampingan sebagai freelance, dan kesibukkan lainnya. Gue sendiri sebagai mahasiswa, selain menyibukkan diri menuntut ilmu, gue pun memilih sibuk untuk satu organisasi di kampus dan freelance.
Gue merasa beruntung sebagai seorang mahasiswa. Sebab tidak semua orang bisa menjadi mahasiswa. Menjadi mahasiswa dapat menambah ilmu, relasi dengan orang-orang baru nan hebat, dan membuka banyak kesempatan untuk mengembangkan diri ke depan. Dengan satu ilmu yang dipilih saat menjadi mahasiswa, kita dapat mengembangkan berbagai ilmu, tidak hanya ilmu yang kita pilih.
Sebelum gue jadi mahasiswa seperti sekarang ini, gue juga sudah sempat merasakan menjadi mahasiswa sesaat. Kenapa sesaat? Karena gue hanya menjalankan kuliah gue saat itu selama beberapa bulan, lalu gue mengambil keputusan untuk mengundurkan diri. Saat gue mengundurkan diri, gue belajar banyak hal. Dimulai belajar membuat program sendiri dengan notebook seadanya, belajar untuk bisa mengajarkan ilmu yang gue punya ke orang lain(hal ini yang gue sebut freelance sebelumnya, ya benar, ngajar), belajar memanage waktu sebaik dan seefisien mungkin, dan belajar hal-hal lain yang sebelumnya belum pernah gue pelajari. Intinya adalah membuat diri gue sibuk dengan hal-hal baru.
Cukup membahas mengenai mahasiswa, mari kita kembali ke topik gue sebelumnya.
Oia, hanya informasi, gue adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika di salah satu Politeknik Negeri di Jakarta. Hanya namanya saja di Jakarta, namun kuliahnya di Depok, hehe. Disemester yang baru saja gue lalui ini, awalnya memang tidak begitu disibukkan dengan kegiatan akademik yang beraneka ragam.
Menjalankan perkuliahan layaknya belajar seperti biasa, masuk ke kelas, memperhatikan penjelasan dosen, kelas selesai, lanjut ke kelas selanjutnya, diberi tugas dan kuis, begitu terus alur perkuliahan gue diawal semester ini. Namun, setelah gue melewati masa UTS disemester ini, beberapa dosen pun sudah mulai memberi sedikit bocoran untuk projek akhir UAS.
Nanti kalian uas mata kuliah saya tidak ada ujian tertulis, hanya praktik individu”, ujar dosen Visual Programming gue. Dan teman-teman kelas gue pun senang mendengarkan kabar ini. Gue pun mulai mencari ide untuk projek akhir UAS kali ini.
Seperti Use Case yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, kalian membuat Class Diagram untuk projek UAS di semester ini.” ujar dosen Object Oriented and Analysis Design tercinta. Hehe. Tercinta karena akhirnya gue bisa menaklukkan beliau dengan meningkatkan nilai gue dari semester sebelumnya, hehe.
Untuk uas nanti, kalian lanjutkan sistem yang sudah kalian kerjakan berkelompok menggunakan ERD pada semester sebelumnya untuk membuat aplikasi menggunakan Oracle”, ujar dosen Dasabase gue.        Gue dan teman kelompok gue pun langsung bergegas untuk memikirkan ide pembuatan aplikasi tersebut.
Setelah beberapa dosen memberikan bocoran mengenai projek akhir UAS, terutama projek yang harus dikerjakan sendiri, gue pun bergegas untuk memikirkan ide. Projek yang dikerjakan sendiri adalah membuat aplikasi desktop dari Visual Studio menggunakan ADO .NET. Gue sibuk mencari ide untuk mengerjakan projek ini. Gue menggali ide apa yang akan gue buat untuk projek kali ini. Berhubung mata kuliah dalam projek ini bisa berguna untuk gue pribadi kedepannya, gue mencoba membuat suatu aplikasi desktop untuk menyimpan data keuangan gue. Dimulai dari pemasukan dan pengeluaran gue setiap bulan,, bahkan sampai pengeluaran per hari.
Gue teringat akan program yang berhasil gue buat menggunakan software DEV C++ saat semester satu silam. Gue membuat sebuah program yang gue sebut “Rekap Private”. Program tersebut merupakan program dimana gue dapat mengetahui pemasukan gue dari ngajar private dan di bimbel. Selain itu gue juga dapat mengetahui jumlah pengeluaran gue tiap bulan. Dan juga gue dapat mengetahui berapa nominal uang yang ada pada ATM gue. Namun kekurangan dari program ini adalah gue hanya bisa mengetahui semua keadaan tersebut saat gue menjalankan program dan tidak tersimpan setiap kali gue melakukan input data. Dari program ini akhirnya gue mendapatkan ide untuk membuat aplikasi desktop dari Visual Studio menggunakan ADO .NET.
Berikut adalah program yang gue maksud:

Hasil diatas adalah contoh saat gue input datanya.
sumber: doc.pribadi

Dengan memanfaatkan ADO .NET, gue dapat menghubungkan aplikasi yang gue buat dengan database. Jika pada program sebelumnya tidak dapat menyimpan data yang gue input kedalam database, program yang akan gue buat kali ini dapat menyimpan data yang gue input. Oleh karena itu, gue mendapatkan ide untuk mengembangkan program yang sudah gue buat sebelumnya, menjadi program yang lebih work it dan dapat cek setiap saat.
Gue ambil laptop yang biasa menemani gue setiap kali menarikan jari jemari diatas keyboard. Design seperti apa yang gue butuhkan untuk mengembangkan program yang sudah gue buat sebelumnya. Gue mulai membayangkan design tersebut. Sambil membayangkan design yang akan gue buat, gue mencoba untuk meimplementasikan ke Visual Studio. Jadilah designnya seperti berikut:

Design awal aplikasi desktop gue sebelum menggunakan ADO .NET
sumber: doc.pribadi
Pada gambaran awal, gue baru membuatnya tanpa menggunakan ADO .NET. Karena gue ingin program ini berjalan sebagaimana yang gue harapkan terlebih dahulu. Setelah gue mendesign seperti diatas, gue melanjutkan dengan menuliskan beberapa baris code untuk menjalankan aplikasi yang sedang gue kembangkan ini. Dan pada akhirnya, gue berhasil membuat aplikasi ini dibantu dengan teman kelas gue, Rafi.
Seiring berjalannya waktu, gue pun mulai memikirkan ide untuk megembangkan kembali aplikasi ini menggunakan ADO .NET.
Gimana Za kelanjutan aplikasi yang lu buat kemarin? Jadi lu pake buat dijadiin projek akhir uas lo” tanya teman gue yang kemarin membantu gue dalam membuat program yang gue beri nama Finance Planner.
Jadi dong Fi, ini udah gue siasati dari semester satu. Biar bisa masuk ke database dan gue bisa ngecek kapanpun hehe” jawab gue.
Lo keren juga Za, implementasiin mata kuliah ke kehidupan sehari-hari. Dan berguna banget buat lu kedepan” lanjut Rafi, teman yang membantu gue.
Ah bisa aja lau Fi, thank you by the way ya udah mau bantuin hehe” respon gue terhadap Rafi.
Dan……..
Moment disaat laptop gue ketumpahan air pun akhirnya terjadi.
Semua berawal ketika gue makan sambil nonton film didepan laptop gue. Gue menyadari kebiasaan ini sudah lama gue lakukan dari dulu, dan gue kurang memikirkan akibat jika melakukan hal ini secara terus menerus.
Hingga pada akhirnya ketika tangan gue tidak sengaja menyenggol gelas yang dekat dengan laptop gue, dan menumpahkan air yang ada pada gelas tersebut ke laptop gue, crash, air pun tumpah ke laptop gue. Tumpah dalam keadaan laptop masih menyala, dan gue tidak langsung mematikan laptop, malah tetap gue nyalakan sambil mencoba untuk meniupkan dan mengeringkan air yang tumpah di laptop gue.
Tidak lama kemudian, laptop gue pun mati total mendadak. Gue panik. Gue keringetan. Gue mencoba untuk menghidupkan kembali secara normal, namun tidak dapat dihidupkan. Dugaan awal gue karena batrenya habis, memang kebetulan saat itu batrenya sudah mau habis. Tetapi setelah gue coba hidupkan sambil menyolokkan chasan ke laptop, malah tetap tidak mau menyala. Gue coba intip lampu indikator jika sedang charging, namun tidak menyala. Gue semakin panik, keringat gue pun semakin banyak bercucuran. Malam itu, gue tidak bisa tidur nyenyak. Gue coba dichas sampai keesokan paginya sambil gue mencoba untuk bisa tidur nyenyak, walaupun tidak bisa, sungguh, menyesalkan.
Pagi harinya setelah gue membuka mata, gue langsung mengangkat diri dari beratnya gravitasi bumi dikasur. Gue langsung mencoba kembali menyalakan laptop, dan boom, tetap tidak menyala. Lampu indikator pun tetap tidak menyala juga, padahal sudah gue charging semalaman. Gue semakin panik. Gue pun membawanya ke kampus lalu menanyakan pada teman kelas gue. Beraneka ragam tanggapan teman-teman gue mengenai kejadian laptop gue. Ada yang membuat gue semakin panic, dengan menyuruh gue membeli laptop baru, ada yang meredakan gue bahwa laptop gue masih bisa di service. Sudahlah, saat itu, hanya pasrah yang dapat gue lakukan.
Gue pun baru teringat kalau projek akhir Finance Planner ada dilaptop tersebut. Gue sedih harus menerima kenyataan ini. Akhirnya, gue memulai kembali untuk mendesign Finance Planner gue. Gue memulai kembali dengan bermodalkan laptop pasangan gue. Saat dia sedang tidak menggunakan laptopnya, gue meminjam untuk mengerjakan ulang projek gue.
Sambil gue mengingat-ingat kembali design yang sudah gue rancang sebelumnya, gue mulai memikirkan ide untuk mendesign jika menggunakan ADO .NET. Untungnya, gue mengerjakan dengan cepat untuk design yang sebelumnya sudah gue buat, yang tentunya ada pada laptop gue yang terkena air. Gue tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakan ulang design tersebut, dari sore hari hingga matahari terben­am. Singkat cerita, selesai lah sudah pengerjaan design awal gue menggunakan laptop pasangan gue.
Laptop dia ini sedikit berbeda dari gue. Gue akui memang spesifikasi laptopnya bagus. Gue bisa mengatakan seperti ini karena memang pada saat gue membuka aplikasi Visual Studio yang terbilang cukup berat, dibuka dengan laptop dia lancar dan good performa. Berbeda dengan laptop gue yang terkena air, gue akui memang butuh kesabaran dalam menggunakan laptop gue itu, huft.
Akhirnya gue berfikir, jika gue terus menerus mengandalkan laptop orang, apalagi laptop pasangan gue, gue tidak dapat melanjutkan projek gue dengan nyaman. Karena gue harus kesana kemari untuk meminjam laptop. Gue butuh laptop baru yang bisa menemani gue dalam segala hal, alias multitasking. Bisa menemani jari jemari gue dalam membuat program, mengembangkan hobi menulis gue, editing video, serta mendesign dan bermain game. Lantas gue tanya pada beberapa teman kelas gue untuk recommend laptop yang bagus buat gue.
Bre, kira-kira laptop yang bagus buat gue ngoding, buat program, design , editing, rendering dan gaming, apa ya?
Beli ASUS aja udah Ja. ASUS the best dah pokonya
Hah ASUS? Masa sih bre?” Awalnya gue langsung melihat sisi bagian kanan beberapa laptop teman gue yang menggunakan ASUS. Setelah gue lihat dan perhatikan, ternyata bisa memenuhi kebutuhan gue untuk melakukan semua aktivitas sehari-hari gue saat kuliah maupun mengembangkan hobi dan bermain game. Langsung lah gue meminjam laptop kembali, mengarahkan jari jemari untuk membuka browser, dan menuliskan ASUS pada Search Engine Google.
Mending ASUS apa ya bre?
ASUS VivoBook Pro aja Za” Robby, sahabat gue memberi saran.
Bener juga kayaknya
ASUS memang pilihan yang tepat bagi gue saat ini. Tiba-tiba lahir sebuah pertanyaan dibenak gue, kenapa VivoBook Pro? Gue melanjutkan untuk mengarahkan jari jemari gue untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang tiba-tiba muncul. Kenapa VivoBook Pro? Setelah gue enter pada search engine, muncul lah ASUS VivoBook Pro 15 N580VD pada baris pertama. Gue buka lalu gue baca, dan ternyata gue menemukan jawaban atas pertanyaan yang muncul tanpa diundang otak gue. Berikut adalah jawabannya:

Elegan, mewah, ramping
sumber: asus

Hal utama dan paling penting yang menjadi alasan gue adalah designnya. Designnya begitu elegan dan juga mewah dengan dilapisi aluminium berkualitas tinggi. Selain itu juga memiliki body yang tipis sehingga mudah dan tidak berat saat gue bawa kemana-mana, terutama ke kampus. Hal ini yang membuat gue seneng dan suka banget. Sebagai seorang programmer dan konten kreator like me, penulis, tentunya gue lebih mengutamakan elegansi, fleksibelitas, dan tampilan laptopnya.
Dengan design ASUS VivoBook Pro 15 N580VD yang menarik, elegan, simple, dan ramping, membuat gue menjadi lebih percaya diri saat membuat program, menulis, dan berkarya.
Alasan kedua gue adalah performa yang dimiliki oleh ASUS VivoBook Pro 15 N580VD. Performa yang dimilikinya sudah menggunakan Prosesor Intel Core i7-7700HQ. Dengan prosesor yang dimilikinya, performa dan kecepatan saat menggunakan VivoBook Pro 15 N580VD menjadi lebih cepat dibanding dengan laptop merek lain. Selain itu, ASUS VivoBook Pro 15 N580VD ini juga sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10.
Selain itu juga sudah menggunakan SSD yang membuat proses penyimpanan, copy file, dan segala macamnya menjadi lebih cepat. Performa lain yang dimilikinya adalah fingerprint. Dengan fingerprint, gue tidak perlu khawatir lagi jika ada tangan-tangan jail yang ingin merasuki laptop gue. Fantastic, bukan? Amazing.

Performa yang membuat ASUS VivoBook Pro 15 N580VD beda dan lebih bagus dari yang lain
sumber: asus

Ketiga adalah keyboardnya. Hal ini yang membedakan ASUS VivoBook Pro 15 N580VD dengan merek lain. Gue suka membuat program dan menulis dalam keadaan tidak ada penerangan, alias gelap gulita. Tapi karena laptop gue tidak memiliki fitur backlight, terkadang gue mengalami typo dan harus membiasakan diri untuk mengetahui letak huruf pada keyboard.
Kebiasaan typo gue saat membuat program dan menulis tak menjadi masalah lagi karena ASUS VivoBook Pro 15 N580VD sudah dilengkapi dengan fitur backlight pada keyboardnya. Sama halnya dengan macbook.

Dilengkapi dengan backlight keyboard
sumber: asus

Keempat adalah sistem pendinginnya(fan/kipas). Selain gue membuat program dan menulis, bermain game juga merupakan salah satu dari sekian hobi gue. Hobi gue dalam bermain game biasanya gue lakukan sebagai selingan ketika membuat program maupun menulis. Nah biasanya kalo udah main game laptop mudah panas. Tetapi berbeda dengan ASUS VivoBook Pro 15 N580VD. Didalamnya terdapat dual-fan. Terdapat dua kipas didalam laptop ini. Sebagai programmer, writer, dan juga gamer, kinerja laptop yang mulus dan stabil adalah hal yang penting bagi sebuah perangkat. Apalagi saat menjalankan aplikasi yang berat. Dengan adanya dual-fan ini, performa laptop ini akan 40% lebih bagus dan membuat mesin menjadi tidak gampang panas seperti merek lain.

Terdapat dual-fan sehingga membuat performa laptop ini menjadi mulus dan stabil
sumber: asus

Kelima adalah audionya. Pada saat gue sedang istirahat disela-sela membuat program dan menulis, gue suka mendengarkan lagu dari laptop. Laptop gue memiliki audio yang pecah. Sehingga kurang jernih saat mendengarkan musik.
Hal itu tidaklah lagi menjadi masalah karena ASUS VivoBook Pro 15 N580VD sudah dilengkapi dengan audio harman/karbon. Audio tersebut memberikan audio yang luar biasa serta jernih sejernih air.
Buat lebih jelas, mari kita intip tabel spesifikasi laptop ASUS VivoBook Pro 15 N580VD. Berikut gue sertakan tabel spesifikasi langsung dari ASUS Indonesia:

Tabel Spesifikasi ASUS VivoBook Pro 15 N580VD
sumber: asus

Nah setelah puas gosipin ASUS VivoBook Pro 15 N580VD, yang tidak kalah penting adalah Warranty atau garansinya. Sangat disayangkan punya laptop keren tapi gak dilengkapi dengan garansi atau jaminan produk. ASUS memberikan garansi selama 2 tahun global pada setiap produknya.
Jadi gue dan para pengguna lainnya tidak perlu khawatir lagi jika mengalami laptop rusak, baik di Indonesia maupun diluar Indonesia. Dengan jaminan 2 tahun global, kita dapat claim garansi dimanapun kita berada, selagi masih ada ASUS Center terdekat. Syaratnya sangat gampang, tinggal bawa laptopnya dan menunjukkan kartu garansi asli dari ASUS.
Kembali ke topik gue sebelumya. Setelah gue menyelesaikan design aplikasi untuk projek akhir uas, gue melanjutkan untuk mengembangkan design tersebut dengan menambahkan beberapa fitur dan menggunakan ADO .NET.
Seperti biasa gue meminjam laptop kembali. Dengan ide yang sudah gue dapat untuk pengembangan selanjutnya, langsung saja gue kerjakan tanpa banyak berfikir lagi. Untungnya performa laptop yang gue pinjam untuk melanjutkan sangat support dan bagus. Sehingga tidak menghambat dan memperlama gue saat mengerjakan.
Singkat cerita akhirnya gue dapat menyelesaikan design untuk projek akhir uas pemrograman visual gue menggunakan laptop teman dan pasanga gue secara bergantian dalam waktu beberapa hari, karena gue harus kesana kemari untuk meminjam laptop mereka. Dan alhasil, designnya menjadi seperti ini:

Design aplikasi desktop gue dengan penambahan beberapa fitur dan implementasi menggunakan ADO .NET
sumber: doc.pribadi

Setelah gue menyelesaikan designnya, gue meminjam laptop teman gue lagi untuk melanjutkan menulis programnya. Gue hanya butuh waktu 2 hari saat menuliskan programnya(istilah gue adalah coding). Karena gue harus bolak balik ke teman gue untuk meminjam laptop. Hehe. Sebelumnya saat gue mengerjakan design awal untuk projek ini, gue membutuhkan waktu seharian menggunakan laptop gue. Seharian hanya untuk membuat design awal, belum ditambahkan dengan ADO .NET, belum dilanjutkan dengan menuliskan programnya. Bisa-bisa gue tidak dapat menyelesaikan projek uas gue. Thank you man, my dear.
Setelah itu dalam hal memproses data(istilah gue adalah compile atau run aplikasi). Saat pengerjaan menggunakan laptop sendiri, ada jeda 3-4 detik ketika gue jalankan aplikasinya. Namun ketika menggunakan laptop teman maupun pasangan gue, aplikasinya langsung dapat dijalankan dan at least hanya membutuhkan waktu 0.30 detik untuk menjalankan aplikasi yang sudah gue buat. Tidaklah lengkap jika gue belum memberikan bukti hasil aplikasi gue ketika dijalankan. Berikut adalah aplikasi yang berhasil gue buat:

Aplikasi desktop gue saat dijlankan. Gue sudah memasukkan beberapa data sebagai contoh
sumber: doc.pribadi

Gue sedikit membandingkan laptop gue dengan laptop teman dan pasangan gue untuk mencari solusi atas problem tersebut. Membayangkan menjadi seorang analasis, gue mencoba untuk menganilis laptop gue sendiri: Merek selain ASUS dengan prosesor Intel Core i5 Inside. Jika dibandingkan dengan laptop teman dan pasangan yang gue gunakan untuk mengerjakan projek akhir visual programming. ASUS dengan Intel Core i5 generasi ke 7 dan generasi ke 8; NVDIA GeForce 930 dan 940 Mx. Sangat berbeda jauh dengan laptop gue. Laptop gue belum siap untuk menemani gue saat membuat program, menulis, editing, maupun bermain game. Keputusan gue untuk mengganti laptop baru mungkin sudah saatnya.
Demikianlah review singkat gue mengenai produk ASUS VivoBook Pro 15 N580VD. Jika laptop teman dan pasangan gue dengan spesifikasi seperti itu saja enak banget, parah. Bagaimana gue menggunakan ASUS VivoBook Pro 15 N580VD. Gue dapat menghemat waktu lebih cepat dua sampai tiga puluh menit sekaligus menghasilkan program, design, dan tulisan yang lebih maksimal dan menarik dari yang pernah gue buat sebelumnya.
Gue sih pilih ASUS, kalo lo?
Tulisan ini gue ikutsertakan dalam kompetisi Liburan Raditya Dika.

ASUS VivoBook Pro 15 N580VD
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment