berBAgi, Inovatif, Kreatif, distriBUtif, reaLIstis, kRitis

Pages

Saturday, October 25, 2014

Kurikulum 2013

          Siapa yang tidak mengetahui perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia saat  ini ? Yang mana meresahkan beberapa siswa untuk bisa beradaptasi dengan kurikulum pendidikan  yang baru. Saat ini dunia pendidikan di Indonesia memang sedang berada dalam masa transisi dari kurikulum lama KTSP 2006 untuk menjadi Kurikulum 2013. Ini berarti ada sebagian siswa dari berbagai pelosok Indonesia yang masih menerapkan kurikulum pendidikan yang lama, yaitu KTSP 2006, dan ada juga sebagian siswa yang sudah menjalani proses implementasi dari kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013. Seperti yang dapat dilihat sekarang, siswa-siswi kelas X jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajatnya sudah hampir menerapkan Kurikulum 2013.
          Banyak keluhan dari para siswa seperti yang terlihat di sosial media seperti Twitter mengenai penerapan Kurikulum 2013 ini, sampai-sampai hashtag #Kurikulum2013 menjadi trending topic di Twitter. Dimulai dari penambahan jam pelajaran sampai 44 jam seminggu,bahkan sampai ada yang curhat semenjak penerapan Kurikulum 2013, banyak guru yang masuk  ke kelas hanya memberi tugas kepada siswa dan menyuruh siswa untuk mempresentasikan di kelas sampai sore lalu pulang tanpa mengajar apa-apa.  Ada juga sebagian siswa yang mengeluh mengenai penerapan Kurikulum 2013 ini seolah-olah diajar oleh seorang dosen, yang hanya diberi tugas dan mempresentasikan di kelas bersama kelompok. Dan masih banyak lagi segelintir keluhan para siswa mengenai penerapan Kurikulum 2013.
          Sebenarnya ada apa dengan Kurikulum 2013 yang membuat para siswa menjadi kewalahan. Sampai-sampai mereka tidak bisa mengatur waktu mereka untuk belajar, istirahat, dan refreshing. Inti dari penerapan Kurikulum 2013 ini adalah sistem pengajaran yang berpusat kepada peserta didik (student centered active learning) yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengembangkan segala potensi dalam aspek sikap (afektif), kecerdasan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor). Sebenarnya Kurikulum 2013 ini ingin meninggalkan gaya belajar yang keliatannya konvensional. Seperti guru masuk ke kelas, lalu mengajar didepan murid-murid, lalu murid menyerap ilmu yang diajarkan oleh sang guru. Kurikulum 2013 ini lebih menginginkan para siswa untuk lebih aktif di kelas, mulai belajar sendiri dan mandiri, lalu diskusi materi bersama kelompok, setelah itu dicoba untuk di presentasikan hasilnya di kelas, lalu guru berperan sebagai mediator alias penjawab pertanyaan.
          Jika dilihat dari gagasan sebenarnya bagus, tetapi penerapannya sedikit syak (skeptis). Kenapa bisa dibilang sedikit skeptis proses implementasinya, soalnya sekitar 10 tahun yang lalu, isu perubahan sistem pendidikan dengan konsep seperti ini sudah dicoba untuk direalisasikan dengan nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum KBK 2004). Hal ini seperti de javu saja, sama halnya seperti cerita lama yang dibungkus dengan kemasan yang baru.
          Sebenarnya gagasan dari Kurikulum 2013 sangat bagus, namun proses implementasinya yang mungkin kurang tepat. Siswa tidak hanya disuapi ilmu oleh guru, tetapi juga aktif belajar secara mandiri. Namun bagaimana caranya merealisasikan gagasan Kurikulum 2013. Ataukah ada yang salah dengan metode pengajaran yang diberikan oleh guru di sekolah, atau ada hal lainnya yang membuat proses implementasinya kurang tepat. Tidak ada yang salah dengan metode pengajaran yang diberikan oleh guru.
          Banyak metode pengajaran yang bisa diaplikasikan kepada murid. Tidak ada yang tidak bagus dengan metorde pengajaran yang ada. Karena sehebat apapun sistem itu akan sulit untuk bisa digeneralisir secara merata, apalagi di musim demografi masyarakat yang beraneka ragam, kompleks, dan plural seperti di Indonesia.
          Sebenarnya hal yang paling penting dalam mengajar itu adalah bagaimana caranya membuat siswa enjoy dalam menikmati proses belajar. Tidak menjadikan proses belajar itu sebagai tekanan dan paksaan, tetapi melainkan dari kemauan siswa itu sendiri untuk belajar dan bisa beradaptasi dengan proses implementasi Kurikulum 2013 sekarang ini.
          Siswa bisa saja mengikuti bimbingan belajar diluar untuk bisa lebih enjoy dan menikmati proses belajar. Seperti di zenius misalnya, yang lebih mementingkan bagaimana caranya supaya siswa menjadi enjoy dalam menikmati proses belajar. Dengan bisa dibawa enjoy dalam menikmati proses belajar, siswa akan dengan sendirinya aktif dalam proses belajar tanpa harus disuruh dan dipaksa-paksa buat aktif. Jika siswa dapat enjoy dalam belajar, dengan sendirinya akan memacu keinginan untuk belajar secara mandiri tanpa harus disuapi guru saja.
          Banyak referensi yang bisa didapatkan untuk belajar, selama kita beradaptasi dengan proses implementasi Kurikulum 2013 sekarang ini. Seperti belajar dari internet, membaca blog dan belajar dari video zenius.net seperti tulisan ini yang menjadikan zenius.net sebagai referensi. Para pelajar tidak hanya mencari referensi  dari buku saja supaya belajar menjadi lebih enjoy, tetapi para pelajar bisa mencari dan menemukan bahkan membuat referensi sendiri supaya para pelajar bisa menikmati proses belajar dan mengikuti siklus Kurikulum 2013 yang sudah diimplementasikan saat ini. So, apapun implementasi kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini, seperti Kurikulum 2013, jangan jadikan hal itu sebagai pemutus semangat belajar, tetapi jadikan hal itu sebagai sesuatu yang harus bisa dinikmati untuk kedepan.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me on Twitter