berBAgi, Inovatif, Kreatif, distriBUtif, reaLIstis, kRitis

Pages

Saturday, October 25, 2014

Sahabat Terbaik


            Buku merupakan beberapa lembaran kertas berjilid, berisikan tulisan atau kosong. Buku sudah ada dari sebelum kita terlahir di dunia. Banyak manfaat yang kita bisa ambil dari sebuah buku. Manfaat buku antara lain bisa kita jadikan sebagai bahan atau pedoman untuk  belajar mengajar, tutorial, petunjuk, catatan sejarah – sejarah  dizaman terdahulu dan lain sebagainya. Selain itu buku juga dapat dimanfaatkan dalam bidang wirausaha.
         Ketika aku berusia 4 tahun, aku mulai mengenal buku. Kedua orang tuaku mengajari aku membaca sebuah buku. Waktu aku pertama kali melihat buku yang dipegang oleh kedua orang tuaku untuk mengajariku membaca, aku tidak mengetahui benda asing apa yang sedang dihadapkan oleh kedua orang tuaku kepada ku. Aku mengira benda asing itu adalah sebuah mainan untuk menghiburku semata. Namun kedua orang tuaku mengajariku dan memberi tahu kepadaku bahwa benda asing itu adalah buku. “ B u Bu,Bu, k u Ku,Ku... Buku”. Orang tuaku mulai mengajariku mengeja dan menyebut nama benda asing itu. Aku hanya bisa mengikuti apa yang diajarkan kedua orang tuaku dengan buku itu.
           Seiring berjalannya waktu, aku semakin penasaran dengan benda asing yang diperlihatkan oleh kedua orang tuaku untuk mengajariku membaca. Ketika aku kedapatan sedang sendiri, aku melihat buku itu tergeletak diatas meja dan mencoba untuk memegangnya. Setelah aku melihat buku itu, aku melihat tumpukan  kertas putih(kata orang tuaku) dengan garis-garis didalamnya yang membuat aku kebingungan.
          Akhirnya orang tuaku menyekolahkan aku ke sebuah Taman Kanak-Kanak(TK) ketika aku berusia 4 tahun. Disana aku semakin dekat dan semakin mengenal buku. Guru-guruku mengajariku dan teman-temanku dengan buku yang membuat aku semakin penasaran dan membuat ketertarikan tersendiri  untukku. Guruku mulai memberikan aku sebuah buku untuk dipelajari. Buku itu berisikan huruf-huruf abjad dari  A-Z, nama-nama buah, hewan, dan lain sebagainya. Pada saat pertama kali aku menerima buku dari guruku, aku merasa senang. Aku mulai untuk mempelajarinya. Lama-kelamaan pada akhirnya, membuat aku  menjadi tertarik pada buku. Setelah aku lulus dari sekolah Taman Kanak-Kanakku, aku pun melanjutkan sekolahku ke Sekolah Dasar disekitar daerah rumahku.
        Di sekolahku yang baru, seperti sekolahku sebelumnya di Taman Kanak-Kanak, guru-guru Sekolah Dasarku pun juga memberikan hal yang sama untuk mengajarkanku, yaitu sebuah buku yang membuat aku tertarik. Tidak seperti sewaktu di Taman Kanak-Kanak, sewaktu kelas 1 SD, guruku memberikan aku buku dengan jumlah yang lumayan banyak. Aku pun semakin tertarik  dengan buku. Aku mempelajari buku-buku pemberian guruku. Hingga lulus Sekolah Dasar, aku mulai bersahabat dengan buku.
     Buku selalu menemaniku disaat aku sedang sendiri. Disaat kedua orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya, aku membaca buku untuk menggali ilmu pengetahuan. Hingga saat ini pun aku masih tertarik pada buku. Tak seharipun aku lewatkan waktu-waktuku untuk tidak membaca buku. Saat aku mendapatkan tugas sekolah dari guru, bukulah yang membantu aku untuk menyelesaikan tugasku.
         Ada kalanya tiba-tiba aku agak sedikit bosan dengan buku. Tapi rasa ingin tahuku terhadap isi suatu buku semakin besar seiring pertumbuhan dan perkembanganku. Ketika aku bosan untuk membaca buku, aku mencoba menggambarkan cover buku didalam sebuah buku gambar atau selembar kertas. Pada akhirnya kebosanan itu lenyap seiiring berjalannya waktu.
         Saat ini diusiaku yang bisa dibilang sudah memasuki umur dewasa, aku semakin tertarik terhadap buku. Aku pun tidak hanya membaca buku saja, aku mulai mencatat kecil-kecil apa yang aku pelajari dari buku  disebuah buku catatan yang aku miliki. Aku pun juga mulai menandai dengan warna dibuku yang aku baca. Bukulah satu-satunya sahabatku yang selalu menemaniku membuat tugas, pergi kuliah, mengajari adikku, teman, dan lain sebagainya.
            Suatu ketika aku menemukan suatu statement atau pernyataan pada sebuah buku. “Membaca buku berarti melatih pikiran untuk terus berpikir, bernalar, dan juga mengasah pikiran”. Setelah aku membaca beberapa pernyataan dalam sebuah buku seperti itu, membuat aku semakin tertarik untuk membaca buku dan mempelajari buku. Aku mulai menularkan kebiasaanku membaca buku kepada adikku, teman-temanku dengan mengajak mereka untuk terus membaca dan mempelajari buku. Karena berawal dari menyukai buku, maka akan mendapatkan manfat yang luar biasa. Oleh karena itu, rajinlah membaca buku, karena dengan membaca, merupakan cara pintar untuk jadi pintar.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me on Twitter